Belajar Lebih Seru di Sekolah Alam Bumi Jatayu Lumajang


Sekolah kota sebagian besar memiliki lahan untuk belajar dan bermain yang sempit. Seperti di sekolah kami. Lantai dua dengan teras berkisar 2,5 meter belum dikurangi pot bunga dan perabot lain membuat luas teras semakin sempit. Jangankan bermain bola, berlari saja tidak bisa karena kondisi yang kurang mendukung.
Waktu istirahat anak-anak hanya bisa berjalan ke koperasi, antri ditangga, dan kembali lagi untuk makan di kelas atau di teras yang tentunya banyak lalu-lalang siswa lain. Jika mau, bisa juga mereka menuju halaman upacara yang sudah di paving. Namun perhitungan waktu istirahat yang hanya 15 menit untuk antri berjalan dan antri di kantin sudah cukup menghabiskan waktu mereka.
Pingin sekali punya halaman luas berumput hijau, belajar dengan menggelar tikar, duduk di bawah pohon yang rindang. Sesekali siswa berlari, berlompatan, teriak keras untuk mewujudkan pelampiasan bahagia hatinya karena belajar itu menyenangkan. Namun apalah daya, kondisi sekolah kita memang sudah penuh dengan paving dan gedung-gedung untuk kelas.
Apakah kita akan menyerah? Tentunya tidak. Menciptakan suasan belajar yang baru perlu terus kita upayakan dan ciptakan. Dengan suasana baru ini tentunya kita berharap motivasi siswa untuk belajar lebih meningkat. Salah satu upaya kami dalam memberikan rasa berbeda dalam suasana belajar adalah mengadakan SEKOLAH ALAM.
“Alam memberikan segalanya” begitulan beberapa pendapat menyatakan. Alam memang sumber bagi kebutuhan kita, termasuk sarana belajar. Sekolah Alam melatih siswa mengondisikan dirinya belajar di alam. Pada kelas umumnya mereka duduk di kursi melihat papan tulis di ruang berbentuk balok. Kini mereka belajar di alam duduk di atas rumput melihat bentang alam dan ada di ruangan yang berbentuk alam semesta.


Sekolah Alam ini kami beri nama Sekolah Alam Bumi Jatayu. Disebut Sekolah Alam karena memang proses pembelajarannya ada di alam. Bumi Jatayu merupakan nama perumahan yang terletak di jalan panjaitan Kabupaten Lumajang.
Bagaiman Sekolah Alam ini dalam pembelajaran? Pembelajaran dimulai pukul 16.00 sampai dengan habis sholat magrib. Apa yang mereka pelajari? Tentunya materi di sekolah dengan digabung kegiatan outbound sederhana. Materi yang akan diberikan dilihat dari event yang sedang berlangsung. Misalkan kali ini dalam rangka UTS maka, proses pembelajarannya persiapan UTS.
Kegiatan Sekolah Alam perdana untuk menyiapkan siswa Ujian Tengah Semester. Kegiatan dimulai dari membantuk kelompok. Pembagian kelompoknya dibuat semacam outbound. Setelah bertemu kelompoknya mereka berbagi untuk menyelesaikan permasalah yang diberikan guru. Kadang mereka harus berjalan, berlari, atau melompot untuk menyelesaikan tugas tanpa kuatir bertabrakan dengan teman karena memang tempatnya luas.
Menjelang magrib saat sinar matahari mulai redup, mereka berbaris wudhu di pancuran yang sudah disiapkan. Kemudian sholat berjamaah dengan beratapkan lagit yang mulai gelap. Usai sholat, bersama membaca ayat suci Al-Quran. Sesi terakhir biasanya  digunakan makan kue dan minum air mineral dari wali murid yang mendonasikan sebagian rezekinya.
Kami  mengucapkan terima kasih bagi wali murid yang rela meminjami tikar dan menyisihkan rezekinya untuk snack anak-anak. Semoga Sekolah Alam tetap bisa kita wujudkan kembali. (tulisan ini juga dimuat di Majalah Suara PGRI edisi April 2018)

0 komentar: