Menembus Batas Lelah, Semangat Guru SMPN 1 Tempeh Berinovasi di Era Kecerdasan Artifisial
LUMAJANG — Jarum jam menunjukkan pukul 12.30
WIB ketika bel penanda berakhirnya Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) bergema di
area SMPN 1 Tempeh, Kabupaten Lumajang, pada Senin, 24 Agustus 2026. Saat derap
langkah ratusan siswa berangsur meninggalkan lingkungan sekolah menuju rumah
masing-masing, suasana di ruang guru tak lantas menjadi sepi. Para pendidik
serta karyawan sekolah justru bergegas merapikan meja kerja dan melangkahkan
kaki menuju satu titik kumpul: Aula SMPN 1 Tempeh.
Di balik
raut wajah yang tak bisa menyembunyikan rasa lelah setelah seharian berdiri di
depan kelas, terpancar komitmen yang kokoh. Para guru dan karyawan berkumpul
bukan untuk beristirahat, melainkan untuk mengikuti agenda tahunan yang
krusial, yakni In-House Training (IHT). Tentu bisa dibayangkan betapa
beratnya memelihara fokus serta membangun kembali semangat yang tersisa setelah
energi terkuras sejak pagi. Namun, aula sekolah siang itu menjadi saksi bahwa
level dedikasi para pendidik di SMPN 1 Tempeh berada di tingkat yang luar
biasa. Meski stamina terkuras, mereka tetap mengikuti seluruh rangkaian
kegiatan dengan sangat tertib dan antusias hingga tuntas pada pukul 14.15 WIB.
Acara dibuka
secara resmi oleh Wakil Kepala Sekolah, mengingat Kepala SMPN 1 Tempeh pada
saat yang bersamaan sedang menghadiri agenda rapat dinas yang tak dapat
ditinggalkan di tempat lain. Dalam sambutannya, pihak sekolah memberikan
apresiasi yang mendalam atas kehadiran dan kesiapan seluruh peserta. Kehadiran
penuh para guru di tengah keletihan menjadi bukti nyata akan keinginan kuat
untuk terus bertumbuh demi meningkatkan mutu pendidikan anak didik.
Sesuai
dengan program kerja Bidang Kurikulum SMPN 1 Tempeh yang rutin menyelenggarakan
IHT setiap tahunnya, pelatihan kali ini mengusung tema yang sangat krusial dan
relevan: "Guru Cerdas Era KA: Inovasi Media Pembelajaran yang Cepat dan
Efektif". Mengingat alokasi waktu yang tergolong ringkas—hanya berdurasi
sekitar dua jam—kegiatan ini dirancang secara padat, terarah, dan langsung
berfokus pada hasil (output-oriented).
Secara umum,
inti dari kegiatan IHT ini mencakup tiga hal utama:
- Menumbuhkan motivasi internal
para pendidik untuk tiada henti berinovasi di ruang kelas.
- Mengenalkan hakikat inovasi
pembelajaran modern dengan merujuk pada standar dan parameter Lomba
Inovasi Pembelajaran (Inobel) tingkat nasional.
- Menciptakan produk inovasi
pembelajaran konkret yang siap langsung diterapkan dalam KBM pada pekan
depan.
Suasana aula
yang awalnya sempat diwarnai rasa jenuh dan suntuk perlahan berubah menjadi
hidup dan penuh daya. Panitia dengan cermat menyisipkan sesi ice breaking
dan energizer yang segar di sela-sela penyampaian materi. Gelak tawa
serta permainan ketangkasan sederhana berhasil menghempaskan rasa kantuk yang
sempat menggelayut. Rasa lelah pun sirna, berganti dengan semangat tinggi saat
para guru mulai mengeksplorasi potensi teknologi Kecerdasan Artifisial (KA).
Hasil
konkret dari pelatihan singkat ini sangat membanggakan. Layar-layar laptop yang
memenuhi meja aula menjadi saksi lahirnya berbagai karya digital interaktif.
Para peserta berhasil menyusun infografis materi pembelajaran yang visual dan
komunikatif, Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang menarik, hingga instrumen
asesmen berbasis KA yang presisi dan efisien.
Rasa puas
dan bahagia terpancar jelas dari para peserta atas pencapaian tersebut. Salah
seorang peserta, Ibu Mila, tidak dapat menyembunyikan kebanggaannya saat
memperlihatkan hasil karyanya usai sesi praktikum.
“Alhamdulillah
Pak, meski dalam waktu yang singkat, ini produk IHT saya,” tutur Ibu Mila dengan wajah
berseri-seri sambil menunjukkan LKPD dan infografis hasil rancangannya sendiri
di layar laptop.
Testimoni
singkat tersebut menjadi cerminan keberhasilan pelatihan yang mampu mengubah
keterbatasan waktu dan rasa lelah menjadi karya nyata yang siap pakai.
Sebelum
ditutup, rangkaian kegiatan diakhiri dengan sesi post-test untuk
mengukur sejauh mana tingkat pemahaman peserta terhadap materi yang telah
disampaikan, sekaligus melakukan evaluasi terhadap produk inovasi yang
dihasilkan. Menurut penjelasan dari Waka Kurikulum SMPN 1 Tempeh, kegiatan IHT
berdurasi dua jam ini merupakan langkah pemantik awal yang sangat bernilai. Ke
depan, pihak sekolah berencana menindaklanjuti kegiatan ini dengan program
pelatihan lanjutan yang memiliki durasi waktu lebih panjang serta pendalaman
materi yang lebih komprehensif. Hari itu, SMPN 1 Tempeh kembali membuktikan
bahwa batas lelah bukanlah penghalang untuk terus belajar dan melahirkan
inovasi demi kemajuan dunia pendidikan.
- Bahan Presentasi: klik di sini
- Rujukan Inobel: klik di sini
- Contoh Produk yang diharapkan: klik di sini
- SERTIFIKAT PESERTA (bagi peserta yang sukses mengirim RPM KKA), download klik di sini
.png)


0 Response to "Menembus Batas Lelah, Semangat Guru SMPN 1 Tempeh Berinovasi di Era Kecerdasan Artifisial "
Post a Comment